Misteri Puluhan Motor Hilang Terjawab di Gudang Pinggiran Kota

Polisi tangkap pelaku curanmor dan pembongkaran rumah lintas kabupaten. Jumlah aksinya bikin geleng kepala.

Keterangan Gambar: Pelaku curanmor dan pembobolan rumah ditangkap tim Resmob Polda Sulteng di gudang Layana, Palu. (Humas Polda Sulteng)

PALU, KORANPALU.COM – Beberapa bulan terakhir, warga di Palu, Sigi, Donggala hingga Poso, kerap dibuat resah oleh hilangnya sepeda motor di berbagai sudut kota. Dari depan rumah, parkiran masjid, hingga halaman warung—motor-motor itu raib tanpa jejak.

Kini teka-teki itu terjawab. Seorang pria, ditangkap tim Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah di sebuah gudang kawasan Layana, Kota Palu, Senin 21 Juli 2025. Dari penangkapan itu, terungkap skala aksi pencurian yang mengejutkan.

“Tersangka ini mengaku sudah mencuri motor di 43 lokasi berbeda dan melakukan pembongkaran rumah di 21 TKP,” ungkap AKBP Sugeng Lestari, Plh. Kabid Humas Polda Sulteng, saat jumpa pers, Rabu (23/7/2025).

Pria tersebut diketahui tinggal di hunian sementara (Huntara) kawasan Mamboro, Palu. Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan kehilangan sepeda motor Yamaha Mio M3 di Jalan Dupa Indah, Kelurahan Layana Indah, pada 29 Juni 2025.

Dalam pengakuannya, tersangka menyebut berbagai titik aksi: Kota Palu, Kabupaten Sigi, Pantai Barat Donggala, dan wilayah Dongi-Dongi, Poso. Dari kota ke kota, dari siang hingga larut malam—ia menyusuri jalanan, mencari motor tanpa pengawasan, lalu menghilang dalam hitungan menit.

Tak hanya sepeda motor, rumah-rumah kosong pun tak luput dari sasarannya. Ia mengakui telah membobol puluhan rumah dan mengambil barang-barang berharga dari dalamnya.

“Ia adalah residivis. Pernah dipenjara karena kasus serupa, kini mengulangi lagi,” jelas Sugeng.

Hingga kini, tim Resmob masih terus melakukan pengembangan untuk menemukan barang bukti dan mengidentifikasi kemungkinan keterlibatan jaringan penadah.

“Kami imbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan bermotor untuk segera melapor dan mengecek ke Ditreskrimum Polda Sulteng,” tambah Sugeng.

Kasus ini menjadi peringatan baru bagi warga Sulawesi Tengah. Di tengah aktivitas harian yang biasa, kejahatan kadang berjalan diam-diam, menyaru dalam bayangan dan lengahnya malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *