Koranpalu.com | Parigi Moutong — Sambungan jembatan di ruas jalan nasional yang menghubungkan Desa Gio dan Desa Taopa, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada bagian ekspansi. Meski tampak sepele, kondisi ini memunculkan kekhawatiran pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
Material pengisi di sambungan jembatan terlihat retak dan mengelupas. Bagian besi sambungan bahkan mulai menonjol ke permukaan, disertai retakan pada aspal di sisi kiri arah Gio–Taopa. Kondisi ini menyebabkan guncangan dan potensi tergelincir, terutama saat hujan.
“Kalau lewat malam atau pas hujan, motor bisa lompat. Bahaya kalau pengendara tidak waspada,” ujar Arman (32), warga Taopa yang sehari-hari melintasi jembatan tersebut.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah memastikan bahwa kerusakan tersebut sedang dalam penanganan. Heriyanto, ST, MT, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 PJN Wilayah II, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan survei dan proses pemesanan material untuk perbaikan.
“Itu akan kita perbaiki, Bang. Lagi proses survei dan pemesanan material,” kata Heriyanto saat dikonfirmasi Koranpalu.com, Jumat (1/8/2025).
PPK 2.1 diketahui membawahi ruas nasional Molosipat–Lambunu–Mepanga–Tinombo, termasuk jembatan penghubung Desa Gio dan Taopa. Heriyanto juga menyebutkan bahwa jembatan saat ini masih aman dilalui, meski pengendara diminta tetap berhati-hati.
Sambungan ekspansi atau expansion joint merupakan bagian vital jembatan yang berfungsi menyesuaikan pergerakan akibat suhu, beban kendaraan, atau getaran. Kerusakan pada bagian ini dapat menyebabkan rembesan air ke struktur bawah jembatan yang berdampak pada korosi dan keretakan struktur.
BPJN Sulawesi Tengah di bawah komando Kepala Satker PJN Wilayah II, Dr. Yudha Sandyutama, ST, MT, menyatakan pihaknya terus memprioritaskan pemeliharaan rutin di ruas-ruas strategis. Dalam pernyataan sebelumnya, Yudha menegaskan pentingnya menjaga kondisi jalan nasional agar tetap mantap dan layak fungsi.
“Kami terus mendorong percepatan pekerjaan prioritas, termasuk jembatan yang menjadi akses vital masyarakat,” kata Yudha dalam laporan evaluasi triwulan BPJN.
Kondisi sambungan yang rusak tak hanya dirasakan pengendara, tetapi juga warga setempat yang kerap melintasi jembatan tersebut. Beberapa di antaranya mengeluhkan suara hentakan saat kendaraan berat melintas, yang ditengarai akibat pelat besi sambungan yang mulai longgar.
“Kalau dibiarkan terlalu lama, bisa bikin jembatan tambah rusak. Ini kan jalur utama warga bawa hasil tani,” kata Siti Aisyah, pengguna jalan asal Desa Gio.














