“Kabulog Ongka ‘Cuek’, Warga Keluhkan Beras Bantuan Keras Seperti Batu”

Keterangan Gambar: Ilustrasi satir mengenai polemik beras Bulog di Kecamatan Ongka Malino. Gambar ini tidak menggambarkan individu tertentu, melainkan simbolisasi kondisi masyarakat dan kebijakan pangan.

Koranpalu.com | Parigi Moutong – Rakyat di Kecamatan Ongka Malino kembali bersuara lantang. Dari 17 desa, keluhan bermunculan: beras Bulog yang dibagikan tahun 2025 dinilai keras seperti batu, tidak layak dikonsumsi, dan membahayakan kesehatan.

Ironisnya, di tengah gelombang protes itu, Kepala Bulog Ongka Malino justru cuek. Saat wartawan koranpalu.com mengirimkan pesan konfirmasi resmi, tanda terbaca muncul, namun tak ada jawaban yang diberikan.

Sikap acuh ini menyulut kekecewaan masyarakat. “Seolah-olah nasib rakyat kecil dianggap tak penting. Kami hanya ingin beras layak dimakan, bukan yang bikin sakit perut,” ujar seorang warga Ongka Malino.

Tokoh masyarakat menilai, ketidakpedulian Bulog sama saja dengan mengabaikan kesehatan publik. Lebih jauh, aktivis mendesak agar lembaga penegak hukum segera turun tangan memeriksa kualitas beras dan proses distribusinya.

“Ini bukan sekadar soal beras. Ini soal perut rakyat. Kalau pejabatnya cuek, lalu siapa yang melindungi kami?” kata aktivis lokal dengan nada geram.

Hingga berita ini diterbitkan, Kabulog Ongka Malino belum memberikan keterangan resmi. Publik menanti jawaban—bukan sekadar diam—dari institusi pangan negara yang seharusnya berdiri di sisi rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *