Pemkot Palu Hentikan Sementara Operasional Bus Transpalu

Ada Pembangunan Halte, Bus Stop dan Perubahan Koridor

Koranpalu.com | Palu – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu resmi menghentikan sementara operasional Bus Transpalu. Pemberhentian sementara ini berlangsung selama 2 bulan sejak 20 Oktober 2025 hingga 1 Januari 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trisno Yunianto mengatakan bahwa alasan pemberhentian sementara ini karena proses pembangunan halte dan bus stop di sejumlah titik.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan perubahan jalur Bus Trans Palu selama masa penghentian sementara ini.

“Agar pelayanan lebih efektif dan efisien. Karena masyarakat sebut bahwa pelayanan bus Trans Palu ini tidak ada halte,” katanya saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Senin (20/10/2025).

Pihaknya akan membangun kurang lebih 32 halte di sejumlah titik.

Serta akan memasang rambu bus stop sebanyak 100 titik. Pembangunan halte dan bus stop ini akan memakan waktu selama 2 bulan.

“Pemberhentian sementara ini juga terkait dengan evaluasi jalur atau evaluasi koridor bus stop. Kami melakukan evaluasi kembali terhadap rute atau koridor-koridor yang tidak efektif dan ada penambahan lagi beberapa koridor baru. Salah satunya jalur ke Kelurahan Watusampu,” jelasnya.

Dishub juga akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Donggala ihwal bus Trans Donggala yang juga beroperasi dalam Kota Palu melalui Dishub Provinsi.

Sebab, bus Donggala menerapkan tarif yang lebih mahal dari bus Transpalu.

“Karena itu akan sangat mengganggu kalau nanti kami sudah membuka koridor Watusampu. Nanti kami sarankan mereka bongkarnya sampai di Terminal Tipo saja,” jelasnya.

Selain itu, hasil evaluasi Dinas Perhubungan Kota Palu menemukan sejumlah persoalan.

Salah satunya, bus Transpalu tidak berhenti pada tempat yang tertera bus stop.

“Mungkin karena dia (driver) tidak melihat tanda/rambu, sehingga perlu diberikan tanda yang lebih baik, sehingga bus dapat berhenti sesuai dengan lokasi yang sudah ditentukan. Karena bus ini tidak boleh berhenti di sembarang tempat, tetapi pada tempat yang tertera bus stop,” ujarnya.

Tempat menunggu penumpang kata Trisno sangat tidak layak. Panas bahkan tidak ada tempat duduknya.

“Itu juga kami evaluasi. Bagaimana masyarakat mau, tempat menunggu bus saja tidak memenuhi standar. Maka halte dan bus stop ini wajib dibangun sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” katanya.

Terkait evaluasi koridor, pihaknya akan menambah bus di jalur yang banyak peminat, salah satunya trayek Palu-Pantoloan dan arah sebaliknya.

“Kemarin ada pengurangan di koridor ini, makanya kami kembalikan,” sebutnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, warga Kota Palu yang menggunakan bus Trans Palu sejak September 2024 hingga Oktober 2025 untuk penumpang umum berjumlah 111.043 orang.

Sedangkan untuk kategori pelajar/mahasiswa berjumlah 35.014 orang selama setahun operasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *