Proyek Jalan Rp7,1 Miliar di Ruas Tinombo–Molospat Dimulai, PT Silkar National Jadi Pelaksana

BPJN Sulteng menunjuk PT Silkar National untuk mengerjakan proyek jalan nasional ruas Molospat–Lambunu–Mepanga–Tinombo selama 238 hari kalender.

Papan proyek preservasi jalan nasional ruas Molospat–Tinombo di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Proyek senilai Rp7,18 miliar ini dikerjakan PT Silkar National dengan masa pelaksanaan 238 hari kalender.

PARIGI MOUTONG – Koranpalu.com, Pemerintah memulai proyek preservasi jalan nasional di ruas Molospat–Lambunu–Mepanga–Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Proyek senilai Rp7,18 miliar ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025.

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah menunjuk PT Silkar National sebagai pelaksana pekerjaan. Sementara, pengawasan lapangan dipercayakan kepada konsultan supervisi PT Seecon bekerja sama dengan Sinar Putra Abadi Palu.

Dalam papan proyek yang terpasang di lokasi, disebutkan masa pelaksanaan proyek berlangsung selama 238 hari kalender, dengan masa pemeliharaan 365 hari setelah pekerjaan rampung.

Proyek ini berada di bawah Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sulawesi Tengah, PPK 2.1. Ruas jalan tersebut merupakan bagian dari jaringan jalan nasional yang menghubungkan kawasan pesisir timur Parigi Moutong dengan wilayah utara Sulawesi Tengah.

Ruang lingkup pekerjaan mencakup rehabilitasi minor jalan (pengaspalan ulang), pembangunan lima unit box culvert, serta pemeliharaan pada 13 jembatan. Hingga pertengahan Juli 2025, pelaksanaan di lapangan sudah memasuki tahap awal pembersihan badan jalan dan pengukuran teknis.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan bahwa preservasi jalan nasional menjadi prioritas belanja infrastruktur tahun ini, khususnya pada ruas-ruas dengan tingkat kemantapan jalan di bawah 95 persen.

“Pekerjaan ini terlaksana atas partisipasi Anda dalam membayar pajak,” tertulis dalam papan proyek di lokasi pekerjaan.

PT Silkar National sebelumnya tercatat pernah menangani proyek serupa di wilayah Sulteng. Namun, sebagian proyek masa lalu mereka menuai sorotan karena mutu pekerjaan yang dinilai tidak bertahan lama. Belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan mengenai proyek preservasi tahun ini.

Warga sekitar berharap proyek yang tengah berjalan dapat benar-benar meningkatkan kualitas jalan dan mengurangi kerusakan yang selama ini kerap terjadi, terutama saat musim hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *