Koranpalu.com
Lampung Utara │ Di era digital seperti sekarang, berbagai tulisan dapat dengan mudah ditemukan di media online.
Mulai dari berita, artikel, opini, hingga feature. Namun, tidak sedikit pembaca yang masih keliru membedakan antara berita online dan artikel.
Padahal, keduanya memiliki perbedaan mendasar baik dari segi struktur, tujuan, maupun gaya penulisannya. Berita dan artikel adalah dua bentuk karya jurnalistik yang sama-sama menyajikan informasi, tetapi dengan pendekatan yang berbeda.
Berita menitikberatkan pada kecepatan dan keakuratan informasi, sedangkan artikel lebih menonjolkan pendapat, analisis, dan gaya penulisan lebih bebas. (14/11/2025)
Berita online biasanya ditulis berdasarkan fakta aktual yang sedang terjadi, menggunakan struktur piramida terbalik.
Artinya, informasi terpenting diletakkan di bagian awal, kemudian diikuti oleh rincian pendukung. Tujuannya agar pembaca langsung memahami inti peristiwa hanya dalam beberapa paragraf pertama.
Sementara itu, artikel memiliki struktur yang lebih fleksibel. Penulis dapat memulai dengan pengantar, argumentasi, hingga penutup yang berisi kesimpulan atau ajakan.
Artikel tidak selalu berisi peristiwa terbaru, tetapi bisa berupa ulasan, opini, atau analisis terhadap suatu isu yang relevan.
Dalam konteks media online, berita harus netral dan objektif, sedangkan artikel boleh subjektif karena mencerminkan pandangan penulis. Namun, keduanya tetap harus berlandaskan data dan logika yang kuat.
Berita cenderung singkat, padat, dan lugas, mengikuti kaidah jurnalistik seperti 5W + 1H (what, who, when, where, why, dan how). Sebaliknya, artikel lebih ekspresif, menggunakan bahasa yang mengalir dan bisa disertai opini pribadi.
Selain itu, berita online biasanya ditulis dengan memperhatikan optimisasi mesin pencari (SEO) agar mudah ditemukan di internet.
Artikel juga dapat dioptimalkan, tetapi lebih mengutamakan kedalaman isi dibanding kecepatan penyajian. Intinya, berita menginformasikan, sedangkan artikel menjelaskan.
Dengan memahami perbedaan ini, diharapkan para jurnalis dan penulis dapat menyesuaikan gaya penulisan sesuai tujuan dan target pembacanya.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan memilah jenis tulisan menjadi kunci agar masyarakat tidak salah dalam memahami konten yang mereka konsumsi setiap hari.













