
ONGKA MALINO – Pemerintah Desa Ongka Persatuan, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, menggelar Musyawarah Desa Rembuk Stunting pada Selasa, 22 Juli 2025, bertempat di Balai Pertemuan Desa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua dan anggota BPD Ongka Persatuan, Kepala Pos Polisi Ongka Malino Aipda Faisal Pala, perwakilan Puskesmas Ongka Malino, Koordinator Balai KB Ongka Malino Hastutu, para kader kesehatan desa, penggiat kesehatan, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga yang peduli terhadap isu gizi anak.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Pendamping Desa, Iksan, yang menjelaskan bahwa rembuk ini menjadi langkah strategis dalam menyusun rencana aksi desa guna mengatasi permasalahan stunting secara terarah dan terukur.
Hastuti selaku Koordinator Balai KB Ongka Malino turut memberikan penjelasan mengenai apa itu stunting. Ia menyampaikan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun).
“Penyebab utama stunting antara lain asupan gizi yang kurang, pola makan yang tidak seimbang, sanitasi lingkungan yang buruk, serta kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan,” jelas Hastutu di hadapan peserta rembuk desa.
Ia menambahkan bahwa untuk mengatasi stunting dibutuhkan pendekatan komprehensif, mulai dari edukasi gizi kepada ibu hamil dan ibu menyusui, pemberian makanan tambahan, menjaga kebersihan lingkungan, serta peran aktif keluarga dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Rembuk desa ini juga menghasilkan beberapa rencana aksi seperti penyediaan makanan tambahan bergizi untuk balita dan ibu hamil, peningkatan akses air bersih dan jamban sehat, serta pelatihan kader posyandu.
Kepala Desa Ongka Persatuan Saparin MP Majoloi dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong program-program pencegahan stunting agar anak-anak di desanya dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.
Semua pihak yang hadir sepakat bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga kesehatan, aparat keamanan, serta partisipasi aktif masyarakat. Semangat saling bahu membahu menjadi kunci utama dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di Desa Ongka Persatuan.













