Koranpalu.com | Langkat — Gelombang banjir yang melanda Kabupaten Langkat dalam beberapa hari terakhir mendorong berbagai lembaga kemanusiaan memperkuat respon lapangan. Pada Sabtu, 6 Desember 2025, Tim Medis Bencana TBM AXIS Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako menjadi salah satu yang paling awal mengirimkan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak. Hari pertama operasi berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang, penuh rangkaian koordinasi, pendataan, dan penyaluran bantuan.
Tim berangkat dari titik pengumpulan pukul 08.30 WIB, dengan membawa perlengkapan medis darurat serta bantuan kebutuhan pokok untuk distribusi tahap awal. Titik pertama yang dituju adalah Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir Kabupaten Langkat, pusat kendali yang menyatukan berbagai unsur mulai dari BPBD, dinas kesehatan, instansi keamanan, hingga organisasi relawan.
Di posko komando inilah TBM AXIS mengikuti sesi koordinasi lintas lembaga. Pertemuan berlangsung padat, membahas perkembangan ketinggian air, pemetaan desa yang paling parah terdampak, serta kendala distribusi bantuan akibat sejumlah akses jalan yang masih terendam.
Tim medis TBM AXIS dilibatkan dalam pembahasan penempatan tenaga kesehatan tambahan, penanganan kelompok rentan, dan potensi risiko penyakit pascabanjir seperti infeksi kulit, diare, dan gangguan pernapasan. Agenda ini menjadi dasar penyusunan pola gerak tim di hari-hari mendatang.
Usai rapat koordinasi, tim melakukan peninjauan logistik. Sebagian personel memastikan kesiapan perlengkapan medis seperti peralatan pemeriksaan vital, obat-obatan generik, cairan infus, serta paket kebersihan. Personel lainnya menata paket sembako yang akan dikirimkan dalam gelombang pertama.
Meski bantuan donatur telah mengalir, tantangan tetap muncul. Distribusi harus dilakukan secara bertahap untuk memastikan titik-titik yang paling sulit dijangkau tetap mendapatkan prioritas. Kondisi cuaca yang berubah cepat membuat tim waspada dalam menyusun rute.
Dari posko komando, tim melanjutkan perjalanan menuju Posko Kesehatan RSUD Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura. Perjalanan melewati beberapa ruas jalan yang masih basah dan licin, tanda bahwa air sungai baru mulai surut di sejumlah titik.
Di posko kesehatan RSUD, TBM AXIS kembali melakukan koordinasi dengan tenaga medis setempat. Diskusi terfokus pada kebutuhan pemeriksaan kesehatan massal, kesiapan ruang perawatan, serta penanganan pasien rentan seperti balita dan lansia. Koordinasi ini sekaligus membuka ruang bagi TBM AXIS untuk mendukung tenaga kesehatan lokal yang kewalahan akibat meningkatnya jumlah warga yang mengungsi.
Tak hanya itu, di lokasi ini tim juga menyalurkan bantuan sembako gelombang pertama kepada masyarakat. Paket tersebut berisi beras, kebutuhan dasar, serta produk kebersihan pribadi. Penyaluran dilakukan teratur, dengan pendekatan prioritas bagi keluarga yang aksesnya terputus sejak awal banjir.

Dalam keterangan resminya, tim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik berupa dana, logistik, maupun tenaga. “Semua ini bisa berjalan karena kolaborasi banyak pihak. Partisipasi masyarakat dan para donatur sangat berarti,” ujar perwakilan tim dalam keterangan tertulis.
Tim lapangan TBM AXIS terdiri dari: Sudarman 014 (Koordinator), dr. Muh. Fajri Manuntungi 011, Batara Achmadi Jaya 014, Nadya Vega 014, dan Fadila 014. Sementara itu, operasi ini berada di bawah pengawasan dua dokter penanggung jawab, yaitu dr. Imtihanah Amri, M.Kes., Sp.An-KIC dan dr. Andi Arief Munandar, Sp.B 01.
Dengan komposisi tersebut, TBM AXIS memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan tetap mengikuti standar medis, terutama dalam konteks penanganan bencana yang serba cepat.
Hari pertama tugas ini tidak hanya menjadi awal koordinasi teknis, tetapi juga simbol kehadiran tenaga kesehatan dalam situasi genting. Kehadiran TBM AXIS memberikan dukungan moral bagi warga yang rumahnya terendam dan aktivitasnya lumpuh.
Bencana banjir yang melanda Langkat mengingatkan bahwa kerja kemanusiaan tidak bisa mengandalkan satu pihak saja. Butuh sinergi lembaga pemerintah, rumah sakit, relawan, dan masyarakat. Di titik ini, TBM AXIS menegaskan perannya sebagai jembatan solidaritas yang membawa harapan dan pelayanan kesehatan bagi mereka yang terdampak.
Dengan semangat persaudaraan dan pengabdian, TBM AXIS menutup laporan hari pertama dengan satu pesan:
“Jayalah TBM AXIS.”













