Indeks

Desa Malino Lebih Dulu Bergerak, Tekan Stunting dari Akar Masalah

Baru tiga dari 17 desa di Kecamatan Ongka Malino yang menggelar rembuk stunting. Desa Malino memimpin langkah dengan melibatkan warga dan lintas sektor.

Suasana kegiatan Rembuk Stunting di Kantor Desa Malino, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, yang dilaksanakan pada 16 Juli 2025. Pemerintah Desa Malino bersama unsur puskesmas, pendamping desa, BPD, serta tokoh masyarakat duduk bersama merumuskan langkah konkret penurunan stunting di tingkat desa.

Parigi Moutong – Koranpalu.com,Ruang pertemuan Kantor Desa Malino tampak ramai sejak pagi itu. Warga dari berbagai unsur duduk berjejer: kader kesehatan, tokoh perempuan, guru PAUD, hingga aparat desa. Senin, 16 Juni 2025, mereka berkumpul dalam satu semangat: menekan angka stunting sejak dari hulu.

Desa Malino, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, menjadi satu dari sedikit desa yang telah melaksanakan Rembuk Stunting—agenda nasional untuk menurunkan prevalensi stunting anak. Dari total 17 desa di kecamatan itu, baru tiga yang telah menggelar kegiatan serupa. Selain Malino, Desa Persatuan Sejati dan Tinombala Sejati juga sudah memulai langkah ini.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Malino, Fathudin, bersama jajarannya. Ia menyatakan bahwa rembuk ini merupakan bentuk komitmen desa dalam menjawab persoalan gizi dan tumbuh kembang anak.

“Kami ingin pastikan semua pihak terlibat, karena pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama,” ujar Fathudin dalam sambutannya.

Rembuk ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Malino dan difasilitasi oleh Pendamping Desa yang memandu seluruh alur diskusi. Hadir pula Made Parnita dari UPT Puskesmas Ongka, yang memaparkan data dan strategi penanganan stunting di wilayah tersebut. Sementara Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Ongka Malino hadir mewakili Camat.

Pelaksanaan rembuk stunting di tingkat desa mengacu pada:

  • Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting
  • SKB 4 Menteri tentang Integrasi Layanan Gizi
  • Permendes PDTT tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa
  • Panduan dari Bappenas dan BKKBN

Tahapan Kegiatan Rembuk Stunting:

  • Pembukaan dan Sambutan oleh Kepala Desa, Kasi PMD, dan BPD
  • Pemaparan Materi dan Data oleh Puskesmas dan Pendamping
  • Diskusi Kelompok: Identifikasi Masalah dan Solusi
  • Perumusan Rencana Aksi Desa
  • Penandatanganan Komitmen dan Berita Acar

Made Parnita menekankan pentingnya pendekatan holistik. “Stunting bukan hanya soal makanan. Tapi juga sanitasi, pola asuh, dan edukasi keluarga.”

Ketua BPD Desa Malino menambahkan bahwa lembaganya siap mengawal hasil rembuk agar masuk ke dokumen perencanaan desa, termasuk RKPDes dan APBDes tahun berjalan.

Exit mobile version