Indeks

Kades Suka Dana, Hasim: “Saya Rela Sengsara Asal Warga Damai – Perangkat Desa Jangan Malas dan Jangan Terhasut!”

Kades Suka Dana: Saya Rela Sengsara Asal Warga Damai, Perangkat Malas Siap Dievaluasi

KORANPALU.COM | MUARA ENIM – Kepala Desa Suka Dana, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Hasim, melontarkan peringatan keras kepada seluruh perangkat desa agar disiplin masuk kantor dan tidak bermain-main dengan tanggung jawab. Dalam pernyataannya, Hasim menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama dan tak bisa ditunda hanya karena kelalaian aparatur desa. (01/08)

“Kalau masih ada yang malas, tidak hadir tanpa alasan, dan mengabaikan tugas, siap-siap dievaluasi. Kantor desa bukan tempat main-main. Kita digaji untuk melayani rakyat, bukan untuk duduk diam,” ujar Hasim dengan nada tegas saat ditemui di Kantor Desa Suka Dana, Jumat (1/8/2025).

Tak hanya soal kedisiplinan, Hasim juga mengingatkan perangkat desa dan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi atau hasutan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Saya minta jangan ada yang mudah termakan omongan atau hasutan orang luar yang belum tentu tahu kebenarannya. Kita harus fokus bekerja. Jangan sampai terpecah hanya karena kabar yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.

Hasim pun menyatakan komitmennya yang kuat dalam menjaga kedamaian dan stabilitas di desanya, bahkan jika itu berarti dirinya harus menanggung risiko secara pribadi.

“Saya rela sengsara, asal warga saya damai. Jabatan ini bukan untuk mencari enak, tapi untuk melayani dengan ikhlas,” ucap Hasim dengan penuh keyakinan.

Pemerintah Desa Suka Dana kini mulai menerapkan sistem absensi ketat, pemantauan langsung oleh kepala desa, serta sanksi administratif bagi perangkat yang tidak menjalankan tugas dengan benar. Kebijakan ini mendapat dukungan dari warga yang menginginkan perubahan nyata dalam pelayanan publik.

Langkah tegas Hasim diharapkan bisa menjadi contoh kepemimpinan berintegritas yang mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya.

 

Exit mobile version