Indeks

Warga Luwuk Mengeluhkan Hambatan Layanan Program “Berani Sehat”

Screenshot percakapan di WhatsApp Grup PPID Sulteng menampilkan keluhan warga Luwuk terkait layanan program "Berani Sehat". Warga mengaku ditolak pelayanan di Puskesmas Kampung Baru meski telah menunjukkan KTP. Percakapan ini menyoroti kebingungan masyarakat terhadap implementasi program kesehatan gratis di Sulawesi Tengah.

Koranpalu.com | Luwuk, Sulteng – Program “Berani Sehat” yang digaungkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid dan dr. Hj. Reny Lamadjido, dinilai belum berjalan lancar di beberapa wilayah. Program yang menjanjikan layanan kesehatan gratis dengan cukup menunjukkan KTP Sulteng, ternyata menemui kendala di lapangan.

Seorang warga Luwuk yang ingin memanfaatkan program ini mengaku kecewa karena Puskesmas Kampung Baru menolak memberikan layanan, meski ia telah menunjukkan KTP Banggai. “Saya hanya punya KTP Banggai, tapi tetap ditolak. Padahal program ini katanya berlaku untuk semua warga Sulteng,” ujar pasien tersebut melalui rekaman video yang beredar di WhatsApp Grup PPID Sulteng.

Kendala ini menimbulkan pertanyaan tentang implementasi program “Berani Sehat” di lapangan, khususnya terkait ketersediaan layanan dan kepastian administrasi bagi warga yang ingin memanfaatkannya. Hingga saat ini, Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan masyarakat.

Kasus ini menyoroti pentingnya konsistensi dan transparansi dalam pelaksanaan program pemerintah, agar masyarakat tidak kecewa dan layanan kesehatan dapat dirasakan secara merata di seluruh Sulawesi Tengah.

Exit mobile version