Indeks

APDESI Ongka Malino Kritik Pedas Beras Bulog: Putih di Luar, Keras di Meja Warga

"Taufik, SE, Ketua APDESI Kecamatan Ongka Malino yang juga Kepala Desa Persatuan Sejati."

Koranpalu.com | Parigi Moutong – Distribusi beras Bulog tahun 2025 di Kecamatan Ongka Malino menuai kritik keras. Warga di 17 desa mengeluhkan beras yang diterima tampak putih, tetapi setelah dimasak menjadi keras dan sulit dimakan. Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Ongka Malino, Taufik, SE, menilai kondisi ini tidak bisa lagi ditoleransi.

“Fakta di lapangan, beras yang dibagikan memang terlihat baik secara warna. Tetapi setelah dimasak, hasilnya nasi sangat keras. Warga terpaksa mencampurnya dengan beras lain agar bisa dikonsumsi,” kata Taufik saat dihubungi koranpalu.com, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Taufik menilai Bulog terlalu sibuk memperhatikan tampilan fisik beras, namun abai terhadap kualitas konsumsi. “Beras itu masuk ke perut masyarakat. Bukan sekadar soal tampilan. Kalau keras, itu berhubungan langsung dengan kesehatan. Bulog harus tanggung jawab,” tegasnya.

Menurut Taufik, keluhan ini bukan hanya terjadi di satu desa, melainkan merata di seluruh Ongka Malino. Ia mengaku sudah meminta Camat untuk memfasilitasi dialog resmi dengan Bulog. “Sayangnya, hingga kini pertemuan itu belum terlaksana karena kesibukan masing-masing pihak di bulan Agustus,” ujarnya.

Kritik masyarakat terhadap kualitas beras Bulog bukan kali ini saja. Sebelumnya, sejumlah daerah lain juga melaporkan keluhan serupa. Padahal, pemerintah melalui program stabilisasi pangan kerap menegaskan komitmennya menyediakan beras layak konsumsi dengan harga terjangkau.

Taufik meminta agar Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, ikut turun tangan. “Dengan hormat kami memohon kepada Bupati agar menanggapi serius persoalan ini. Karena ini bukan sekadar soal logistik, melainkan kesehatan masyarakat. Yang masuk ke perut rakyat harus dijaga kualitasnya,” katanya.

Ia menegaskan, perbaikan kualitas beras harus menjadi prioritas. “Jangan sampai masyarakat terus jadi korban hanya karena kualitas beras rendah. Ini menyangkut kebutuhan pokok sehari-hari,” tutur dia.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bulog Ongka belum memberikan tanggapan meski pesan konfirmasi dari redaksi telah terbaca.

“Ilustrasi kritik warga terhadap kualitas beras Bulog di Parigi Moutong. (Dok. Koranpalu/Ilustrasi)”
Exit mobile version