Koranpalu.com | Parigi Moutong — Dugaan penyalahgunaan dana rujukan pasien kembali mencuat di Puskesmas Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sejumlah pasien yang dirujuk ke rumah sakit mengaku harus meminjamkan uang pribadi mereka kepada pihak puskesmas untuk biaya transportasi, dengan janji penggantian setelah dana rujukan dari Dinas Kesehatan cair. Namun hingga kini, dana tersebut tak kunjung dibayarkan.
Menurut informasi yang dihimpun wartawan koranpalu.com, praktik peminjaman dana pribadi pasien ini sudah berlangsung lama. Pihak puskesmas berdalih bahwa dana operasional untuk transportasi pasien rujukan sering kosong, sehingga meminta keluarga pasien menalangi terlebih dahulu. Namun, setelah lebih dari satu tahun berlalu, dana rujukan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong belum juga dicairkan.
“Dana pribadi pasien digunakan dulu untuk biaya rujukan, lalu dijanjikan akan diganti setelah dana dari dinas cair. Tapi sampai sekarang tidak juga dibayar,” ungkap seorang tenaga kesehatan berinisial T kepada media ini.
Kondisi ini bahkan membuat sejumlah pasien dalam keadaan kritis harus menunggu berjam-jam sebelum dirujuk ke rumah sakit karena belum tersedia dana transportasi. Salah satunya dialami pasien berinisial TS, yang terpaksa menunggu bantuan oksigen sembari menunggu transfer uang dari keluarga sebesar Rp1.200.000 untuk membayar transportasi ambulans dan kebutuhan lainnya.
Saat dikonfirmasi, Bidan Tiara, penanggung jawab pengurusan dana rujukan di Puskesmas Tomini, membenarkan bahwa dana dari Dinas Kesehatan memang belum cair hingga saat ini.
“Sampai sekarang belum juga cair dari dinas. Saya sendiri sudah beberapa kali menyampaikan, tapi belum ada kejelasan. Kami juga mohon bantuan untuk koordinasi agar bisa segera dibayarkan,” ujar Tiara.
Dugaan ini menguatkan kekhawatiran publik terhadap lemahnya pengelolaan dana kesehatan di tingkat fasilitas pelayanan dasar. Warga berharap agar Dinas Kesehatan segera mengambil tindakan dan menjelaskan keterlambatan pencairan dana tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, Dinas Kesehatan Parigi Moutong belum memberikan pernyataan resmi.
Laporan: Faisal, S.H. | Koranpalu.com
