Indeks

Kapolres Parigi Moutong Bantah Penertiban PETI Setengah Hati

📸 Kapolres Parigi Moutong saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penertiban tambang emas tanpa izin (PETI).

Koranpalu.com | Parigi Moutong – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali merebak di Kabupaten Parigi Moutong. Publik menilai penindakan aparat kepolisian belum maksimal. Kritik itu dijawab Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan Agustian, yang menegaskan penertiban PETI tidak pernah dilakukan setengah hati.

Menurut Hendrawan, Polres Parigi Moutong telah menempuh langkah konkret dan berkelanjutan, mulai dari pencegahan, penindakan, hingga koordinasi lintas sektor. “Kami rutin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya PETI, baik dari sisi hukum maupun dampak lingkungan. Kami juga mendorong masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal ini dan mengurus perizinan sesuai aturan,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (28/8).

Selain pendekatan preventif, Hendrawan menegaskan penegakan hukum tetap berjalan. “Kami tidak akan mentoleransi aktivitas tambang ilegal. Sejumlah operasi penindakan sudah kami laksanakan, dan pelaku yang terbukti melanggar hukum diproses sesuai prosedur. Semua dilakukan profesional, proporsional, dan objektif, tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Ia mengakui penanganan PETI bukan perkara mudah. Luasnya wilayah serta perubahan modus pelaku menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Polres terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan dinas terkait untuk memperkuat strategi pemberantasan.

“Penilaian masyarakat bahwa upaya kami setengah hati menjadi evaluasi berharga. Namun dapat kami tegaskan, komitmen Polres untuk menertibkan PETI tidak pernah surut,” kata Hendrawan. Ia menegaskan prinsip penegakan hukum tanpa pandang bulu tetap menjadi pegangan. “Jika aktivitas ilegal masih berlangsung, itu bukan pembiaran, melainkan tantangan yang harus terus kami hadapi.”

Publik kini menunggu konsistensi langkah Polres. Sebelumnya, Wakapolres Parigi Moutong sempat turun langsung menertibkan aktivitas tambang ilegal, namun warga menilai operasi itu hanya musiman.

Exit mobile version