Koranpalu.com | Palu — Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah membagikan dan memasang seribu bendera merah putih kepada pengguna jalan pada Minggu, 3 Agustus 2025. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di berbagai daerah, dari Palu hingga Morowali, sebagai bagian dari gerakan nasional menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Personel Brimob tampak menyapa pengendara, menyerahkan bendera, lalu dengan sigap memasangkannya pada kendaraan mereka. Warga menyambut antusias. Di beberapa lokasi, suasana menjadi hangat karena interaksi langsung antara polisi dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sederhana, tapi menyentuh,” ujar Rudi, seorang pengendara motor yang ditemui di Jalan Mohammad Yamin, Palu. “Rasanya seperti diingatkan kembali akan semangat kemerdekaan yang mulai pudar.”
Aksi ini melibatkan berbagai satuan dalam jajaran Brimob Polda Sulteng, mulai dari Batalyon A Pelopor, Batalyon B Pelopor, Detasemen Gegana, hingga kompi-kompi yang tersebar di Poso, Toli-Toli, dan Morowali. Tak hanya di Sulawesi Tengah, kegiatan pembagian bendera juga dilakukan serentak oleh jajaran Korps Brimob Polri dari Sabang hingga Merauke.
Komandan Satuan Brimob Polda Sulteng, Komisaris Besar Polisi Kurniawan Tandi Rongre, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menghargai jasa para pahlawan.
“Kami ingin menggugah semangat cinta tanah air melalui gerakan kecil namun penuh makna ini,” ujar Kurniawan.
Menurut dia, pembagian bendera adalah simbol kedekatan antara institusi kepolisian dan masyarakat. Kegiatan itu juga menjadi sarana memperkuat rasa persatuan di tengah dinamika sosial menjelang peringatan kemerdekaan.
Di Kota Palu, beberapa warga yang menerima bendera terlihat memamerkannya dengan bangga di kaca depan atau spion kendaraan mereka. Bahkan, ada yang mengajak anak-anak mereka berfoto bersama personel Brimob yang membagikan bendera.
“Ini bukan hanya soal bendera, tapi tentang mengingat kembali siapa kita sebagai bangsa,” kata Kurniawan.
