Koranpalu.com | Parigi Moutong – Manajemen SPBU Mensung memberikan klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan penyalahgunaan solar subsidi. Melalui pernyataan resmi, Manajer SPBU Farid Pundanga menegaskan bahwa pelayanan di SPBU yang dipimpinnya berjalan sesuai prosedur dan aturan Pertamina.
“Kami tidak pernah mengetahui adanya praktik permainan dari karyawan. Jika ada dugaan seperti itu, silakan laporkan langsung kepada saya dan akan segera kami tindak,” ujar Farid, Jumat (26/9).
Menurutnya, mekanisme pelayanan di SPBU Mensung sudah diatur dengan jelas. Truk yang telah antre sejak malam hari mendapat prioritas utama untuk dilayani terlebih dahulu. Setelah semua truk selesai, barulah pengisian galon untuk petani maupun nelayan dilakukan.
Farid juga membantah adanya keberpihakan dalam pelayanan. Seluruh pengisian, kata dia, dilakukan berdasarkan barcode resmi yang dimiliki masyarakat sesuai peruntukan.
“Tidak ada karyawan SPBU yang bermain solar. Kami hanya melayani petani dan nelayan sesuai barcode masing-masing. Tanpa barcode, kami tidak bisa melayani, baik untuk kendaraan maupun galon,” tegasnya.
Ia menambahkan, hingga kini pasokan untuk kebutuhan darurat (emergency) tetap tersedia dan berjalan baik. Ambulans dari wilayah utara hingga dari Kota Palu pun, menurutnya, kerap dilayani tanpa hambatan.
“Selama ini tidak ada pihak yang berhak atas emergency yang datang mengeluh ke saya. Semua pelayanan tetap berjalan normal,” jelasnya.
Farid menyampaikan, SPBU Mensung berkomitmen menjaga keterbukaan dalam pelayanan. Pihaknya bahkan siap membuka data pelayanan harian bila diminta oleh Pertamina atau aparat terkait.
“Kalau masyarakat menemukan praktik yang mencurigakan, silakan sampaikan kepada kami. Kami akan menindaklanjuti sesuai aturan,” ujarnya.
Selain itu, SPBU Mensung siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum maupun Pertamina dalam memastikan penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran.
Farid menegaskan bahwa hingga saat ini semua kebutuhan petani dan nelayan tetap terpenuhi. Ia berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami pastikan solar subsidi tetap kami salurkan sesuai peruntukannya. Komitmen kami adalah menjaga ketersediaan bagi petani, nelayan, dan pelayanan sosial. Itu yang menjadi prioritas kami,” pungkas Farid.
